Archive for the 'materi kuliah konseling' Category

Modul Modifikasi Perilaku

//www.handlingchildrensbehaviour.com
Modul Modifikasi Perilaku oleh Edy Legowo

Berikut adalah modul modifikasi perilaku, kepada para mahasiswa psikologi, bimbingan konseling, dan para guru serta pengajar pada umumnya semoga dapat dijadikan referensi dalam kegiatan mendidik siswa.

Advertisements

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Para guru di sekolah sebagian masih mengalami persoalan dalam penyusunan proposal Penelitian Tindakan Kelas. Berikut ini disajkan uraian singkat mengenai berbagai hal berkenaan dengan komponen isi suatu proposal penelitian tindakan kelas tersebut, mulai dari bagaimana merumuskan judul penelitian, menguraikan latar belakan, tujuan dan sebagainya.

Untuk melihat isi artikel ini selengkapnya dapat saudara akses via emali: legowouns@yahoo.co.id

Riset Bidang Konseling

Banyak jenis penelitian, pembedaanya bergantung pada sisi mana orang melihatnya. Ada jenis penelitian yang semata-mata dilakukan untuk tujuan perbaikan dan pengembangan teori, disebut penelitian dasar (basic research). Jika penelitian dilakukan untuk menguji teori dan menilainya keefektifannya dalam pemecahan masalah di lapangan disebut penelitian terapan (applied research). Jika tujuan utamanya sebagai upaya pengembangan keefektifan produk, kemudian produk yang dihasilkan dikonsumsi atau diterapkan disebut penelitian pengembangan (research and development), sedangkan penelitian aksi (action research) bertujuan untuk memecahkan masalah dengan mengunakan metode ilmiah (Gay,1996). Ada pula yang membedakan jenis penelitian berdasarkan orientasinya yaitu penelitian yang berorientasi pada upaya pengembangan profesi dan yang berorientasi akademis.

Penelitian di perguruan tinggi (PT) yang dilakukan oleh para dosen dan terlebih mahasiswa lebih beorientasi pada jenis penelitian akademis. Penelitian akademis biasanya dilakukan untuk memenuhi tuntutan formalitas (seperti: skripsi, tesis, dan atau disertasi). Apa yang dihasilkan melalui penelitian akademis semata-mata menunjukkan kepiawaian penelitinya dalam mengkaji teori yang relevan dengan mengunakan metode analisis statistik yang njelimet, melibatkan banyak variabel, namun kadangkala bahkan seringkali kurang memperhatikan kebermanfaatanya.

Sekarang, kita (dosen-dosen Bimbingan konseling “BK’, dan praktisi BK, dan mahasiswa BK) akan tepat jika penelitian yang dilakukannya berorientasi pada upaya pengembangan keprofesiannya. Dalam bidang bimbingan dan konseling di Indonesia jenis penelitian ini masih kurang mendapat perhatian para peneliti konseling maupun para praktisinya. Penelitian bidang konseling dewasa ini masih banyak tercurah pada upaya peneliti untuk mengkorelasikan antara dua atau lebih variabel (seperti korelasi antara motivasi dan prestasi belajar, antara sikap terhadap mata pelajaran dan prestasi belajar, dan yang sejenisnya). Walaupun penelitian korelasi menggunakan berbagai prosedur analisis statisitik yang rumit dan kompleks, mampu menghitung hubungan antara dua atau lebih variabel, namun kesimpulan dari studi semacam ini tidak dapat diinterpertasikan sebagai hubungan kausal yang sah. Anehnya, kita masih mendapat godaan berat untuk meninggalkan penelitian semacam itu.

Penelitian korelasional telah diakui memiliki keterbatasan. Oleh sebab itu peneliti bidang konseling condong pada penelitian eksperimen (Whitecky,1967). Sayangnya, penelitian “eksperimen” bidang konseling disinonimkan dengan desain komparasi kelompok (Campbell dan Stainley, 1966). Pada desain ini, paling tidak ada dua kelompok subjek, yaitu kelompok yang diberi treatmen dan yang lain disebut kelompok kontrol—kelompok yang tidak diberi treatmen. Biasanya prosedur penelitian eksperimen seperti ini dilakukan melalui observasi dan pengukuran terhadap tingkah laku kelompok pada saat sebelum dan sesudah treatmen (pre test – post test). Selanjutnya data rata-rata tingkah laku pada saat pretest dibandingkan dengan data post test-nya. Dalam penelitian dengan desain eksperimen seperti ini barangkali hasil analisisnya berbeda secara signifikan dengan ditunjukkan oleh angka tingkat signifikasni hasil analisis statistik. Meskipun hasil analisis rata-rata tingkah laku antar dua kelompok tersebut signifikan secara statistik, namun tidak memperlihatkan perbedaan yang terjadi pada setiap individu (Chassan, 1967). Perbedaan rata-rata tingkah laku kelompok tidak berarti dapat memberikan penjelasan pengaruh treatmen terhadap setiap individu.

Dalam desain eksperimen tersebut perbedaan yang signifikan secara statistik adalah perbedaan tingkah laku rata-rata subjek dalam kelompok, yang secara khusus barangkali ada individu yang tingkah lakunya meningkat secara drastis (mencolok), sedangkan individu lain tidak berubah, dan yang lainnya lagi bahkan menurun. Oleh sebab itu, desain penelitian eksperimen semacam tersebut oleh para ahli dan peneliti bidang konseling dinilai baik hanya dalam metodologinya. Bila peneliti bidang konseling terlalu menekankan pada analisis statistik, maka tidak hanya secara matematik kehilangan makna dan manfaat penelitiannya, tetapi juga dapat memisahkan dirinya dengan para praktisi di lapangan (guru pembimbing atau konselor di lapangan).

Dengan maksud agar para peneliti bidang konseling khususnya para mahasiswa (calon konselor) dapat mengembangkan keprofesionalannya, tidak ada cara lain kecuali dengan melakuakan penelitian profesioanal untuk skripsinya alih-alih sekedar melakukan penelitian akademis yang biasanya untuk memenuhi tuntutan formal. Pada bagian berikut ini akan diuraikan dua macam jenis penelitian profesional bidang konseling yaitu penelitian aksi dan penelitian pengubahan individu.

Untuk membaca paper selengkapnya, anda bisa menghubungi penulis via email legowouns@yahoo.co.id. Terima kasih.